Low back pain/back Injury

March 2011

ERGONOMInews

Sayangi Punggung Anda!
By Dicky Rahman Gunawan
Dalam melakukan suatu pekerjaan ada penyakit yang disebut dengan istilah low back pain
atau low back injury.
Keduanya merupakan nyeri atau cidera pada tulang belakang yang diakibatkan salah dalam
mengambil posisi saat mengangkat beban. Tercatat pada Data Statistik di USA bahwa sekitar
20-30% dari total biaya kompensasi pekerja dikarenakan dana penanganan/pengobatan
low back pain. Berikut beberapa fakta lainnya:
  • Dari kasus yang tercatat, sekitar 65% back injury berhubungan dengan pekerjaan mengangkat beban
  • Di negara USA, diperkirakan sekitar 35 juta orang menderita secara kronis
  • Setiap lima kasus kecelakaan di tempat kerja berupa , satu diantaranya merupakan back injury/low back pain
Selain itu perlu dicatat bahwa low back pain cenderung bersifat
permanen. Bahkan, seseorang yang pernah menderita masalah
ini, kemungkinan besar  akan mengalaminya lagi di masa yang
akan datang. Dalam menghitung biaya akibat kecelakaan ini,
haruslah diperhitungkan biaya langsung (mis. Biaya kompensasi,
biaya pengobatan) dan biaya tidak langsung yang bisa2-3 kali
lipat (mis. kerugian perusahaan akibat yang bersangkutan tidak
bekerja secara sementara atau permanen,  penurunan moral
pekerja).
Apakah faktor resiko dari ini?
Dari hasil berbagai studi dapat disimpulkan bahwa hal-hal berikut merupakan faktor resiko:
beban otot statis, pengangkatan beban berat secara manual, sambil membungkuk dan memutar,
dan kerja penguklangan/repetitif. Faktor individu seperti usia juga dipandang berpengaruh,
dimana orang-orang tua mempunyai resiko cidera yang lebih besar.
Beberapa pekerjaan yang dianggap mempunyai resiko besar terhadap adalah para pekerja
di konstruksi, bagian perawatan (maintenance), atau perawat (bagi perempuan). Akibat bagi
penderitanya, atau dapat menyebabkan penurunan kemampuan dalam bekerja dan beraktivitas.
Penyebab
Fenomena dapat dijelaskan oleh apa yang dikenal sebagai disc compression,
disc herniation dan disc degeneration.
Adanya nyeri atau sakit diakibatkan oleh pertemuan dua segmen tulang belakang
atau tekanan pada jaringan saraf di sekitar tulang punggung.
Hal ini diakibatkan oleh menipis dan rusaknya jaringan sendi antar tulang
belakang akibat beban tekan dan beban geser secara berulang ulang.
NIOSH USA memberikan batasan aman untuk beban
tekan pada sendi L5/S1 di tulang belakang sebesar 3400 N dan beban geser
sebesar 500 N. Sendi L5/S1 dianggap sebagai bagian paling kritis dalam
anatomi tulang belakang dan memperoleh beban terbesar.
Lebih lanjut NIOSH merekomendasikan beban angkat maksimum sebesar 23 kg.
Untuk berbagai macam posisi, batas beban angkat yang direkomendasikan dapat
dihitung yang disebut dengan
R W L (recommended weight limit)
berdasarkan 6 faktor pengali,
yaitu pengali jarak horisontal,
pengali jarak vertikal, pengali jarak perpindahan,
pengali sudut putar, pengali frekuensi, dan pengali
pegangan.
Beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghindari :
  • Pastikan beban yang diangkat kurang dari 20-23 kg.
  • Dekatkan beban angkat ke tubuh
  • Beristirahat walaupun sejenak ketika mengangkat barang dalam jumlah  yang banyak.
  • Jangan paksakan untuk mengangkat barang yang terlalu berat.
  • Pastikan ada ruang gerak yang cukup untuk mengangkat. Ruang gerak yang sempit akan menyulitkan dalam mengangkat beban dan akan mengarahkan untuk melakukan pengangkatan beban yang salah.
  • Pastikan tidak ada kesulitan saat akan membawa dan pada waktu membawa.
  • Gunakan perlengkapan yang dapat  membantu untuk memindahkan barang.
Hal-hal yang harus dihindari ketika melakukan pengangkatan, diantaranya:
  • Jangan melakukan pemutaran pada pinggang ( ) ketika mengangkat.
  • Jangan melakukan pengangkatan denganmenggunakan satu tangan.
  • Jangan melakukan pengangkatan dengan menggunakan satu tangan.
  • Jangan melakukan pengangkatan sambil menjangkau
  • Jangan melakukan Pengangkatan ketika beradadalam postur yang tidak stabil.
  • Jangan memaksakan diri ketika melakukan pengangkatan  beban yang berat; pakailah alat bantu atau mintalah bantuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: