Prosedur HIRADC

1. Tujuan/Purpose

Prosedur ini dibuat untuk memberikan panduan dalam melakukan identifikasi bahaya dan penilaian resiko terhadap kesehatan dan keselamatan kerja baik karyawan maupun pihak-pihak luar yang terkait dalam kegiatan PT XXXX, serta menentukan pengendalian yang sesuai.

The objective of the procedure is to give clear guidance to conduct hazard identification and risk assessment relates occupational health and safety result from employees and external parties activities in PT XXXx, also determining appropriate controls.

2. Ruang Lingkup/Scope

Identifikasi bahaya dan penilaian resiko serta pengontrolannya harus dilakukan di seluruh aktifitas XXXX, termasuk aktifitas rutin dan non rutin, baik pekerjaan tersebut dilakukan oleh karyawan langsung maupun karyawan kontrak, suplier dan kontraktor, serta aktifitas fasilitas atau personal yang masuk ke dalam tempat kerja. Identifikasi bahaya dan penilaian resiko harus dilakukan oleh karyawan yang mempunyai kompetensi sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan oleh XXXX.

Hazard identification, risk assessment, and control include all activities in XXXX, routine and non routine activities done by direct or temporary workers, suplier and contractors, also activities by facilities or personal who come in workplace area. Hazard identification and risk assessment must conduct by employee who have competency according to competency standard established by XXXX.

3. Persyaratan/Requirement
3.1 ISO 9001:2000 Klausul/Clause :
ð 6.4. Lingkungan Kerja/Work Environment

3.2 OHSAS 18001:2007 Klausul/Clause :
ð 4.3.1. Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko dan Menetapkan Pengendalian/Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control

3.3 Persyaratan Perusahaan Induk/Affiliated Company Requirement
3.3.1 Environement Safety Standard

3.4 Manual Sistem Manajemen Terintegrasi/Integrated Management System Manual

4. Definisi & Singkatan/Definition & Abbreviation

4.1 Bahaya/Hazard
Sumber, situasi, atau tindakan yang berpotensi menimbulkan luka atau gangguan kesehatan, atau kombinasi keduanya.
Source, situation,or act with a potential for harm in terms of human injury or ill health, or a combination of these.

4.2 Gangguan kesehatan/Ill health
Kondisi fisik atau mental yang dapat diidentifikasi dan merugikan, timbul dari dan atau diperburuk oleh aktivitas kerja dan atau situasi yang berhubungan dengan kerja.
Identifiable, adverse physical or mental condition arising from and/or made worse by a work activity and/or work-related situation.

4.3 Identifikasi bahaya/Hazard identification
Proses mengenali bahaya dan menentukan karakteristiknya.
Process of recognizing that a hazard exists and defining its characteristics.

4.4 Aktivitas Rutin/Routine activities
Aktivitas yang dilakukan secara rutin (setiap hari) termasuk kegiatan administrasi, tata rumah tangga (contoh: pemeliharaan taman, pembersihan kantor).
Aktivity which conducted in daily basis including administration, housekeeping (example: gardening, office cleaning)

4.5 Aktivitas Non-Rutin/Non-routine activities
Aktivitas yang dilakukan secara periodik, kadang-kadang, dan atau dalam situasi darurat. Contoh aktivitas non-rutin adalah :
– perawatan dan pemeliharaan sarana prasarana (contoh: pembersihan reservoar, perawatan berkala kendaraan operasional, perawatan berkala pompa dan lain-lain)
– kunjungan lapangan / inspeksi
– situasi darurat (contoh: banjir, gempa bumi, kebocoran klorin)
Activities which conducted periodically, occasionally, and or in emergency situations. Examples of non-routine activities are :
– facilities and equipment maintenance (example: reservoar cleaning, periodic maintenance of operasional car, periodic maintenance of pump, etc.)
– field trips / inspection
– emergency situations (example: flood, earth quake, chlorine leak)

4.6 Resiko/Risk
Kombinasi dari kemungkinan kejadian dari suatu bahaya atau paparan dan keparahan yang timbul dari luka atau gangguan kesehatan yang diakibatkan dari kejadian atau paparan.
Combination of the likelihood of an occurrence of a hazardous event or exposure(s) and the severity of injury or ill health that can be caused by the event or exposure(s).

4.7 Penilaian resiko/Risk assessment
Proses evaluasi resiko yang ditimbulkan oleh bahaya, memastikan kecukupan pengendalian yang ada, dan menetapkan apakah resiko dapat diterima atau tidak.
Process of evaluating the risk(s), arising from a hazard(s), taking into account the adequacy of any existing controls, and deciding whether or not the risk(s) is acceptable.

4.8 Resiko yang dapat diterima/Acceptable risk
Resiko yang telah diturunkan ke level yang dapat ditoleransi berdasarkan kewajiban hukum dan kebijakan K3 perusahaan.
Risk that has been reduced to a level that can be tolerated having regard to its legal obligations and company’s OH&S policy

4.9 Insiden/Incidents
Kejadian berhubungan dengan kerja dimana luka atau gangguan kesehatan atau kejadian fatal terjadi, atau bisa terjadi.
Work-related event(s) in which an injury or ill health or fatality occurred, or could have occurred.

4.10 Kesehatan dan keselamatan kerja/Occupational health and safety
Kondisi dan faktor yang mempengaruhi, atau dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan karyawan atau pekerja lain (termasuk pekerja sementara dan kontraktor), pengunjung, atau orang lain di tempat kerja.
Conditions and factors that affect, or could affect, the health and safety of employees or other workers (including temporary workers and contractor personel), visitors, or any other person in the workplace.

4.11 Tempat kerja/Workplace
Setiap lokasi dimana terdapat aktivitas yang berhubungan dengan kerja, dan dilakukan dibawah kendali organisasi.
Any physical location in which work related activities are performed under the control of the organization.

4.12 Orang yang kompeten/Competence personel
Orang yang berwenang atau ditunjuk manajemen untuk melakukan PeKriteriaan Resiko dan telah lulus dari ujian pelatihan PeKriteriaan Resiko.
Authorized personel to conduct risk assessment and pass the risk assessment training examination.

5. Kriteria Kinerja Proses/KPI
NA

6. Uraian Prosedur

6.1 Pelatihan dan Kompetensi/Training and Competency
Persyaratan pelatihan untuk Penilai Resiko yang kompeten, manajer senior atau manajer bertanggung jawab untuk menjamin bahwa orang yang ditunjuk sebagai Penilai Risiko harus :
Training requirements for competence Risk Assessor, manager or senior manager are responsible to ensure that appointed person as Risk Assessor must :
6.1.1 Berhasil secara lengkap mengikuti pelatihan identifikasi bahaya dan penilaian resiko dan pengendaliannya
Completely succeeded in hazard identification anf risk assessment and control training
6.1.2 Menguasai pekerjaan atau aktifitas, tempat kerja, sarana, material, dan prosedur kerja
Good knowledge about work or activities, workplace, equipments, materials, and work procedure
6.1.3 Mendapat beberapa training mengenai bahaya yang spesifik dengan tempat kerja masing-masing sebelum seseorang ditunjuk sebagai orang yang kompeten untuk melakukan penilaian risiko. Training khusus yang diperlukan tersebut adalah :
Possess several training about specific hazard in each workplace before someone is appointed as a competence personel to conduct risk assessment. Specific training needed are :
6.1.3.1 Bahan berbahaya dan beracun/Hazardous and toxic material
6.1.3.2 Pekerjaan di ruang tertutup/Work in confine space
6.1.3.3 Alat pelindung diri/Personel protective equipment
6.1.3.4 Penanganan secara manual/Manual handling
6.1.3.5 Pekerjaan menggunakan sumber panas/Hot work
6.1.3.6 Standar kualitas lingkungan kerja/Work environment quality standard
6.1.3.7 Bahaya Bekerja di Jalan (termasuk Keselamatan Bekerja di Area Umum/Working on the road hazard (include Work safety in public area)

6.2 Identifikasi bahaya dan analisa resiko/Hazard identification and risk analysis
6.2.1 Ketentuan umum/General certainty
Identifikasi bahaya dan penilaian resiko perlu dilakukan di semua jenis aktifitas termasuk kegiatan administrasi dan perkantoran, termasuk perkejaan rutin dan tidak rutin, dan dilakukan peninjauan ulang secara berkala paling sedikit 2 tahun sekali. Identifikasi bahaya dan penilaian resiko harus dilakukan jika:

Hazard identification and risk assessment should be conducted in all activities include administration and office, routine and non-routine, and to be reviewed at least once in two years. Hazard identification and risk assessment are conduct if :

· Adanya rekayasa teknik, mendesign ulang fasilitas, atau menata ulang ruang, perubahan peralatan, metode atau gedung.
Any technical engineering, facilities design review, changes (layout, equipment, method, or building)
· Adanya proyek baru
Any new project
· Adanya penggantian material atau penggunaan material baru termasuk bahan kimia
Any material substitution or new material include chemical
· Adanya perubahan prosedur, instruksi kerja, atau standar baru
Changes in procedure, work instruction, or new standard
· Setelah tindakan perbaikan dilakukan
After corretive action implemented
· Adanya indikasi bahaya yang berpotensi menimbulkan gangguan kepada manusia.
Any indication about hazard potential in which harm to human
Identifikasi bahaya dan penilaian resiko resiko harus di dokumentasikan kedalam “form no 5.3.1-01 Identifikasi bahaya dan peKriteriaan resiko “
Hazard identification and risk assessment must documented in “form no 5.3.1-01 Hazard identification and risk assessment “

6.2.2 Identifikasi bahaya dan analisa resiko/hazard identification and risk analysis
Langkah dalam identifikasi bahaya dan analisa resiko:
Steps in hazard identification and risk analysis :
6.2.2.1 Tentukan ruang lingkup identifikasi bahaya dan peKriteriaan resiko
Determine the scope of hazard identification and risk assessment
6.2.2.2 Identifikasi jenis bahaya yang mungkin ada dan berpotensi membahayakan/menimbulkan kerugian. Jenis bahaya yang harus diidentifikasi termasuk :
Identify the type of hazard that probably exist and potential to harm or causing loss. Type of hazard that must identified includes :
6.2.2.2.1 Bahaya fisik/Physical hazard
6.2.2.2.2 Bahaya kimia/Chemical hazard
6.2.2.2.3 Bahaya biologi/Biological hazard
6.2.2.2.4 Bahaya ergonomi/Ergonomy hazard
6.2.2.2.5 Bahaya psikologis/Phychological hazard

6.2.2.3 Menganalisa potensi konsekuensi/Potential consequence analysis
Analisa potensi konsekuensi dimaksud adalah menganalisa terhadap potensi dari tingkat kerugian, analisa ini dilakukan dengan mempertimbangkan potensi keparahan dampak yang terjadi dan potensi jumlah yang terkena dampak, dan jika diperlukan pada kasus tertentu dapat pula dipertimbangkan tingkat gangguan terhadap kelangsungan bisnis.
Perkiraan konsekuensi dapat merujuk pada table berikut :

Potential consequence analysis is how to analyze potential from loss level, by consider the potential severity occured and potential number affected. In certain case, could also consider affect to business continuity. Consequence approximation assessed with the following table :

Kriteria (Criteria) Potensi Kerugian/Potential Loss
Cidera/gangguan kesehatan(injury/ill health)
1. Sangat berbahaya/Very dangerous (S3) Cacat permanent/kematian 1 orang atau lebih atau menyebabkan penyakit akutPermanent disability or causing death (one od more person) or causing acout disease.

2. Berbahaya/Dangerous (S2) Perlu perawatan medis lebih lanjut atau menyebabkan penyakit kronis dan atau hari kerja hilang akibat cidera tanpa cacatNeed more medical treatment or causing chronic disease and or work day lost cause by injury without disability

3. Sedikit berbahaya/Not too dangerous (S1) Cidera ringan atau gangguan kesehatan hanya perlu P3K, tidak menyebabkan hari kerja hilangSlightly injury or illhealth, only need first aid, not causing day lost
Kriteria Keparahan/ Konsekuensi (S)

Severity/Consequences Criteria (S)
Kriteria S = Kriteria terbesar dari S1, S2, S3S Criteria = highest criteria from S1, S2, S3

6.2.2.4 Menganalisa kemungkinan/Likelihood analysis
Langkah berikutnya adalah menentukan tingkat kemungkinan terjadinya bahaya yang dapat membahayakan. Ada tiga hal yang harus menjadi pertimbangan dalam menganalisa tingkat kemungkinan potensi kerugian terjadi:

The next step is to determine the Likelihood of the occurence which can cause harm. There are three things to consider in loss potential likelihood analysis :
1. Frekuensi kegiatan/Activities frequency
Yaitu interval pengulangan waktu dari suatu kegiatan yang di identifikasi bahaya dan dinilai resikonya. Dalam hal ini ditentukan :
Is time reoccurence interval from activities which hazard are identified and risk are assessed. In this term determined as :
a. Rutin / routine
Kegiatan atau pekerjaan dilakukan setiap hari, mingguan, atau bulanan
Activity or task conducted daily, weekly, or monthly
b. Jarang / seldom
Kegiatan/pekerjaan dilakukan per-tiga bulanan atau maksimum per tahun
Activity or task conducted every three month or maximum per year
c. Sangat jarang / rarely
Kegiatan atau pekerjaan dilakukan dengan interval waktu lebih dari setahun
Activity or task conducted with time interval more than one year

2. Frekuensi kejadian/Incident frequency
Yaitu potensi terjadinya konsekuensi/resiko dari suatu kegiatan. Dalam hal ini ditentukan :
Is potential occurence of consequences/risk result from each activities. In this term determined as :
a. Mungkin terjadi /
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan konsekuensi/kerugian pernah terjadi dengan interval waktu 1 bulan yang lalu sampai 1 tahun yang lalu
Base on experience and observation on consequence/loss which occured in time interval from one month until one year ago.
b. Jarang terjadi /
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan konsekuensi/kerugian pernah terjadi dengan interval waktu lebih dari 1 tahun yang lalu sampai 2 tahun yang lalu
Base on experience and observation on consequence/loss which occured in time interval from one year until two years ago.

c. Tidak mungkin terjadi /
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan konsekuensi/kerugian pernah terjadi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
Base on experience and observation on consequence/loss which occured in time interval five years.

3. Perilaku manusia/Human behavior
Faktor perilaku dimaksud dalam prosedur ini lebih fokus kepada tiga dasar pembentuk perilaku manusia seperti pengalaman kerja, ketrampilan teknis yang diperlukan untuk melakukan kegiatan dan pengetahuan tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja dari pelaku kegiatan. Faktor perilaku manusia diklasifikasikan menjadi :
Behavior factors in this procedure are focused to three basic relates human behavior like work experience, technical skill to do the activities, and knowledge about Occupational Health and Safety from personel. Human behavior are classified as :

a. Tidak cukup terampil
Pelaku kegiatan dapat melakukan kegiatan, mempunyai pengalaman tetapi tidak terlatih dan tidak memahami Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
The performer can do the activities, have experience but not trained, and not understand about occupational health and safety.
b. Cukup terampil
Pelaku kegiatan dapat melakukan kegiatan, mempunyai pengalaman, mendapat pelatihan mengenai teknis pekerjaannya dengan cukup tetapi tidak memahami Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
The performers can do the activities, have experience, and possess enough training about his/her technical job, but not understand about occupational health and safety.

c. Terampil
Pelaku kegiatan dapat melakukan kegiatan, berpengalaman, mendapat pelatihan teknis pekerjaannya dengan cukup dan memahami aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
The performer can do the activites, experienced. Possess enough training about his.her technical job, and understand about occupational health and safety

Berdasarkan tiga hal tersebut diatas maka kriteria kemungkinan dari potensi konsekuensi/kerugian terjadi adalah kriteria tertinggi yang teridentifikasi dari salah satu faktor tersebut diatas, sehingga kriteria kemungkinan tersebut dapat merujuk pada tabel berikut dibawah
According to three things above, the likelihood criteria from consequece or loss potential occur the highest criteria which are identified from one of the factors. Likelihood criteria can be seen as following tabel :

Kemungkinan/Likelihood
TinggiHigh P3 Mungkin terjadi – terjadi secara regular
SedangMedium P2 Tidak mungkin terjadi – terjadi kadang-kadang
RendahLow P1 Sangat tidak mungkin terjadi – jarang terjadi

6.2.3 Penilaian resiko/Risk assessment
Kriteria risiko adalah hasil perkalian dari kriteria kemungkinan dan kriteria konsekuensi.
Risk criteria is combination between Likelihood kriteria and consequence criteria.

Resiko (R) = Kemungkinan (P) X Konsekuensi (C)
Risk (R) = Likelihood (P) X Consequence (C)

Kriteria resiko bisa diketahui dengan melihat matriks dibawah.
Risk Criteria can be determined by the following matrix.

KEPARAHAN / KONSEKUENSISEVERIRY/ CONSEQUENCES
Tinggi/High Sedang/Medium Rendah/Low
S1 S2 S3
KEMUNGKINAN LIKELIHOOD TinggiHigh P3 3 6 9
SedangMedium P2 2 4 6
RendahLow P1 1 2 3

Tingkat resiko dan tindakan yang diperlukan
Risk rating and action needed
1. Tingkat Resiko/Risk Rating 1-2
Risiko dapat diterima, tidak dibutuhkan tindakan control tambahan, tindakan kontrol yang ada diteruskan dan dimonitor
Acceptable risk, no need additional control, continue and monitor the existing control
2. Tingkat Resiko/Risk Rating 3-4 Risiko menengah – Tindakan kontrol yang ada harus dimonitor dan jika diperlukan di tambah sistem pengontrol yang baru agar resiko residualnya pada level resiko yang rendah
Medium risk – Monitoring the existing control, additional control to achieve lower level if needed
3. Tingkat Resiko/Risk Rating 6-9 Resiko tinggi – Risiko yang tidak dapat diterima. Kontrol tambahan diperlukan sebelum pekerjaan dilaksanakan
High risk – unacceptable risk. Need additional control before work commisioning

6.2.4 Pengendalian resiko/Risk control
Penentuan tindakan control untuk mengurangi resiko harus mengikuti hirarki tindakan pengendalian sebagai berikut :
Controls determination to reduce risk must follow the controls hierarchy :

6.2.4.1 Pemusnahan/Elimination
Menghilangkan bahaya dengan cara mengerjakan pekerjaan dengan cara lain/ cara berbeda.
Eliminate hazard with different or other way when doing task

6.2.4.2 Substitusi/Substitution
Menurunkan resiko dari sumbernya atau menggunakan alternatif yang lebih aman
Reduce risk from its source or using safer alternatives

6.2.4.3 Rekayasa desain atau teknik/Engineering control
Tindakan kontrol ini biasa dilakukan sebagai tindakan pencegahan secara kolektif melalui rekayasa teknik termasuk dalam tindakan ini adalah
1. Pengisolasian/Pemisahan
2. Pemasangan Ventilasi
3. Pemberian Alat Pengaman
This control usually taken as collective preventive action through enginnering control, these are include :
1. Isolation/separation
2. Install ventilation
3. Safety guard

6.2.4.4 Pengendalian administrative/Administrative control
Tindakan yang bersifat administratif seperti misalnya tindakan yang berkaitan dengan pembatasan waktu kerja, jumlah paparan, pemberian pelatihan, rotasi kerja, papan informasi, pemasangan label, prosedur kerja dan intruksi kerja, serta pengawasan.
Administrative controls include time work or exposure limitation, training, job rotation, information board, labelling, work procedure and work instruction, also monitoring.

6.2.4.5 Tindakan pengamanan perorangan/Individual protection
Tindakan kontrol yang bertujuan untuk mengurangi potensi terjadinya kerugian kepada karyawan secara pribadi/perorangan, seperti penyediaan:
· Alat Pelindung Saluran Pernapasan
· Alat Pelindung Tangan
· Alat Pelindung Kepala
· Alat Perlindungan Jatuh
· Alat Pelindung Kaki
· Alat Pelindung Mata

The purpose of control is to reduce potential loss to employees individually, as providing :
· Respiratory protection
· Hand protection
· Head protection
· Fall protection
· Foot protection
· Eye protection

Saat tindakan kontrol telah diterapkan harus dilakukan evaluasi tingkat resiko untuk memastikan bahwa resiko turun ke tingkat yang dapat diterima/rendah.
When controls have been implemented, risk rating evaluation must conducted to ensure that the risk are reduced to lower or acceptable risk

6.3 Pengelolaan resiko/Risk management
6.3.1 Tindakan pengontrol resiko/Risk control
Tindakan pengontrol resiko harus dimuat kedalam penyusunan tujuan dan program sebagai mana diatur dalam manual sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pasal 5.3. Tujuan dan Program dan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan aspek pemenuhan peraturan perundangan sebagaimana diatur dalam manual sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pasal 5.2. Peraturan dan Persyaratan lainnya serta dalam prosedur SP-5.2-1,”Peraturan, Perundangan & Persyaratan lain.
Risk control action must included in establishing objective and program as arranged in Occupational Health and Safety System Manual, section 5.3 Objective and Program with considering legal compliance aspect as in section 5,2. Legal and other requirements, and procedure SP-5.2-1,”Legal and other requirements”

Hal ini menjadi tanggung jawab mulai dari Direktur Perusahaan, Kepala Divisi, Kepala Departemen, serta Kepala Seksi untuk membuat tujuan dan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja di area yang menjadi tanggung jawabnya dan hal tersebut menjadi bagian dari performance review bagi personel yang bersangkutan.
This is the responsibility form Corporate Director, Head of Division, Head of Department, also Section Head to establish occupational health and safety objective and program in each area responsible and it is part of preformance review to pertinent personel.

Dan dalam kasus adanya pekerjaan kontrak, dministrator kontrak mempunyai tanggung jawab memastikan bahwa kontraktor/sub kontraktor sangat mengerti dengan bahaya dan risiko yang mereka hadapi dan tindakan pengontrol yang diperlukan untuk menurunkan resiko ke level resiko yang dapat diterima.
In contractor work case, contractor administrative are responsible to ensure that contractors/subcontractors understand about hazard and risk they are deal with and control action needed to reduce the risk to accepteble risk.

Untuk mengawasi status pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah dilakukan menggunakan “Form no 5.3.1 – 02 Lembar Status tindakan perbaikan HIRA”.
To monitor the corrective action implementation status, using Form no. 5.3.1 – 02 Hazard identification and risk assessment corrective action status sheet.

6.3.2 Komunikasi dan konsultasi/Communication and consultation
Risiko yang tidak dapat diterima dan tindakan pengontrolnya harus dikomunikasikan dan dikonsultasikan kepada karyawan yang mempunyai kemungkinan terkena resiko. Tata cara komunikasi dan konsultasi dilakukan sebagai mana diatur dalam manual sistem manajemen K3 pasal 6.3 Komunikasi, Partisipasi dan Konsultasi serta dalam prosedur SP-6.3 –1. Komunikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dan prosedur SP 6.3 –2 Konsultasi dan partisipasi dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja
The unacceptable risk and its controls must communicated and consulted to employees who have probability affected by risk. The way how to communicate and consultation arranged in Occupational Health and Safety Manual, section 6.3 Communication, Participation, and Consultation, Procedure SP-6.3 –1. Occupational Health and Safety Communication, and Procedure SP 6.3 – 2 Consultaion and Participation in occupational health and safety implementation

7. Lampiran/Attachment
7.1 Lembar Catatan Penilaian Resiko
7.2 Matrikulasi Penilaian Resiko
7.3 Form Identifikasi Bahaya dan Evaluasi Resiko
7.4 Form Rencana Kerja Tindakan Perbaikan (Objective & Target) dan Progres Pencapaian

3 Komentar (+add yours?)

  1. Nitasari
    Mei 05, 2011 @ 01:38:42

    Pendidikan saya S1 K3 tp baru kali ini sy aplikasikan ilmu K3 jd msh byk yg lupa, sy pengen nanya gimana HIRADC yg kuantitatif itu? terima kasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: