CONTOH Matrix HIRADC

Kriteria

    (Criteria)
Potensi Kerugian/Potential Loss

Cidera/sakit penyakit

(injury/ill health)
Sangat berbahaya
Very dangerous

S3

Cacat permanent/kematian 1 orang atau lebih atau menyebabkan penyakit akut
Permanent disability or causing death (one od more person) or causing acout disease
Berbahaya
Dangerous
S2
Perlu perawatan medis lebih lanjut atau menyebabkan penyakit kronis dan atau hari kerja hilang akibat cidera tanpa cacat
Need more medical treatment or causing chronic disease and or work day lost cause by injury without disability
Sedikit berbahaya
Not too dangerous
S1
Cidera ringan atau sakit penyakit hanya perlu P3K, tidak menyebabkan hari kerja hilang
Slightly injury or illhealth, only need first aid, not causing day lost
Kriteria Keparahan/ Konsekuensi (S)
Severity/Consequences Criteria (S)
Kriteria S = Kriteria terbesar dari S1, S2, S3
S Criteria = highest criteria from S1, S2, S3

Kemungkinan/Likelihood
Tinggi
High
L3
Mungkin terjadi – terjadi secara regular
Sedang
Medium
L2
Tidak mungkin terjadi – terjadi kadang-kadang
Rendah
Low
L1
Sangat tidak mungkin terjadi – jarang terjadi
contoh : Tabel Matrix HIRADC

KEPARAHAN / KONSEKUENSI
SEVERIRY/ CONSEQUENCES
Rendah/Low
Sedang/Medium
Tinggi/High
 S1
S2
S3
KEMUNGKINAN LIKELIHOOD
Tinggi
High
L3
3
6
9
Sedang
Medium
L2
2
4
6
Rendah
Low
L1
1
2
3
Tingkat resiko dan tindakan yang diperlukan
Risk rating and action needed

  Tingkat resiko
Risk rating
Tindakan diperlukan
Action needed
1-2
Risiko dapat diterima, tidak dibutuhkan tindakan control tambahan, tindakan kontrol yang ada diteruskan dan dimonitor
Acceptable risk, no need additional control, continue and monitor the existing control
3-4
Risiko menengah – Tindakan kontrol yang ada harus dimonitor dan jika diperlukan di tambah sistem pengontrol yang baru agar resiko residualnya pada level resiko yang rendah
Medium risk – Monitoring the existing control, additional control to achieve lower level if needed
6-9
Resiko tinggi – Risiko yang tidak dapat diterima. Kontrol tambahan diperlukan sebelum pekerjaan dilaksanakan
High risk – unacceptable risk. Need additional control before work commisioning

2 Komentar (+add yours?)

  1. arie
    Mei 23, 2011 @ 03:50:09

    mohon informasi pak, matriks risiko ini mengacu ke mana ya?

    Balas

    • Dicky Rahman Gunawan
      Jun 06, 2011 @ 08:25:55

      Matrikulasi ini, disusun dengan kualitative, sehingga tidak diperlukan acuan standard yang baku, walaupun ada beberapa acuan yang dapat dipergunakan, tetapi kita bisa membuatnya dengan dasar pertimbangan kebutuhan kita yang disesuai dengan tingkat pendidikan karyawan dalam perusahaan, budaya kerja, pola-pola pemikiran, tekhnology dsb. Intinya adalah bagaimana kita sebagai praktisi menyusunnya agar karyawan dapat melakukan identifikasi bahaya dan Resiko di tempat kerjanya.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: